Category: What I Feel

Aku Rindu

Ramai,

itu yang selalu aku rasakan 2 tahun ini. Semua tempat terasa penuh hingga rasanya tidak ada celah untuk diri ini benar-benar sendiri. Berbagai kesibukan dilahap sampai mengalahkan wajibnya makan 3 kali sehari. Lelah, itu pasti.

Hingga akhirnya aku selalu kembali ke tempat ini. Biarkan aku duduk di pojok sendiri, menyesap segelas minuman dengan kafein dan menikmati kesendirian yang dirindukan. Terkadang tak selalu ramai yang orang harap untuk mendapat kedamaian. Cukup dengan sepi. Kalian para penikmat sepi pasti tahu apa yang aku rasakan, bukan?

Surabaya, 17 Oktober 2015

A.R

Advertisements

It’s 2016!

Wow! Sudah 2016 aja nih. Ga sadar ternyata blog ini sudah terbengkalai setahun lebih. And here I am, already passed the 5th term of college life. Enjoying my little taste of holiday before another ‘sinting’ term starts.

Bisa dibilang semester 5 atau setahun belakangan ini bener-bener one of my turbulent times. Tanya kenapa? Karena tanpa disadari, banyak hal yang terjadi dan bikin aku harus merenung lebih dalam.

People come and go

Heartfelt moments

Losing someone

Regret

Simply joyful days

Life’s goal

Semua hal diatas entah bagaimana caranya bisa menjadi suatu yang kompleks dalam waktu satu tahun untuk ukuran seorang manusia pemalas ini. Well, mungkin ini tanda jika aku harus berhenti jadi seorang pemalas. Trying to plan my future-self, set my mind on things i really wanna do. I never know being a grown up is this complicated haha. But, whatever! I’ll still live up the moment 🙂

A.R

Finally at home

Pulang

Kalo udah ngomongin tiket, stasiun, dan kereta. Hawanya udah pengen cepet-cepet pulang aja. Sabar dan tabah untuk beberapa minggu kedepan yaa, masih ada tanggungjawab yang harus diselesaikan 🙂

Ini soal perasaanku ke kamu

Aku tidak pernah bilang kalau aku suka kamu, karena selama ini aku merasa cuma pengagum biasa. Mengobrol langsung pun tak pernah, bertatap muka pun bisa dihitung dengan jari. Itulah yang membuat aku berani memposisikan diri cukup sebagai penggemar. Selama ini yang aku bisa lakukan hanya membaca tulisanmu yang kritis hingga cerpenmu yang romantis. Mengagumi perilaku dan akhlak yang jarang ditemukan pada laki-laki seusiamu.

Aku tidak pernah berfikir untuk bisa lebih jauh. Dengan diriku yang seperti ini mana berani aku melangkah lebih, rasa-rasanya seperti sebelum melangkah ke garis tempur pun aku sudah kalah telak. Namun, tiba-tiba ada air mata yang menetes. Apa maksudnya ini? Tolong, aku belum siap kalau ini akan berkembang menjadi berbeda. Aku belum siap menerima gelombang perasaan-perasaan aneh itu. Karena jika iya, selamat! kamu adalah yang pertama.

Tulisan tentang kekaguman

cherry blossom

Jauh….namun makin hari makin bertambah kagumku

Tidak bisa setiap hari melihat namun sekalinya iya, bisa kusimpan sampai berminggu-minggu lamanya.

Selamat berjuang untukmu, karena apa yang kamu lakukan hari ini tidak akan sia-sia 🙂

-Catatan seorang pengagum, 5 Januari 2014-

Curhat Senin Malam

Gini ya ternyata rasanya jadi perfeksionis. Setelah sekian lama kepribadian ini menghilang tiba-tiba balik lagi, sisi melankolisku kayaknya mulai muncul lagi hehe. Rasanya ini semua nggak pas, nggak cocok , seharusnya aku bisa lebih baik dari ini tapi sayang telat nyadarnya. Udah keburu lewat dibawa angin. Jadi sekarang cuma bisa merenung, agak ndongkol, nggrundel, pengennya bisa diulang lagi tapi kenyataannya nggak. Buat pembelajaran aja, hidup jangan dibawa terlalu santai, selow is fine tapi jangan terlalu selow. Karena ketika temen-temenmu udah masuk kereta dan berangkat bisa jadi kamu baru masuk stasiunnya. Perumpamaan yang aneh, biarlah…

Menyambut Desember, ceritanya….

Wahahahaha, udah Desember aja nih. Berarti udah hampir 4 bulan di perantauan huhuhu. Seneng deh udah Desember aja, menanti libur soalnya haha, padahal belom UAS -_-

Libur artinya pulang, tapi aku belum beli tiket, krik. Oke lupakan, semoga kebagian deh yaaa..Jadi ceritanya malem ini tuh super geje banget di kosan. Bukannya ngerjain lapres yang notabene TERAKHIR, dalam semester ini, aku malah asik browsing-browsing gajelas hmmm kasian sekali kuota modemku. Andai wifi jurusan bisa dibawa sampe kosan, keberlangsungan kehidupan maya gak akan sesusah ini. Aduh, malah ngelantur gini. Pokoknya senenglah bentar lagi libur cukup lama ihiiiy. Ketemu dengan sahabat dan kerabat tercinta, kembali ke kota yang sama aja panasnya. It’s fine as long as i’ll be in a place called home. Aaaah, ketauan banget nih homesick.

Ketemu sama temen-temen ada yang berubah nggak yaa? 4 bulan itu cukup lah bung untuk membuat suatu perubahan pada seseorang meskipun tidak signifikan. Aku pun mengakui diri ini ada yang sedikit berubah, mau tau apa? Cari tau lah sendiri hahahaha. Entah perubahan itu baik atau buruk itu semua balik ke diri masing-masing. Tapi yang jelas, seseorang tidak akan selalu sama dalam seumur hidupnya. Baik secara fisik, mental, kepribadian. karena manusia itu belajar setiap harinya, mereka berkembang dan diharapkan untuk menjadi lebih baik.